Lagi-lagi, nama susno duadji kembali diangkat ke public media, Perseteruan Polri dan Komisaris Jenderal Susno Duadji kini semakin sengit. Setelah dijerat kasus gratifikasi perusahaan ikan arwana, Susno dibidik dalam kasus korupsi. Juru Bicara Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang mengatakan, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri tersebut menjadi tersangka kasus korupsi dana pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2008. “Tersangka kasus ini, ya Pak Susno dan kawan-kawan,” katanya di Jakarta, Selasa (25/5).

Namun, Aritonang masih belum menjelaskan sejauh mana keterlibatan Susno dalam kasus ini. “Untuk saat ini, saya baru bisa menyatakan bahwa tersangka Susno dan kawan-kawan. Siapa kawan Pak Susno, nantilah akan kita sampaikan,” ujarnya. Aritonang menyebutkan, Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik Polri telah diserahkan ke Kejaksaan Agung.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Marwan Effendy membenarkan bahwa Kejagung telah menerima SPDP itu. Jampidsus menyatakan jaksa yang meneliti SPDP tersebut akan melibatkan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. “Tentunya disesuaikan dengan locus delictie tempat kejadiannya, maka dilibatkan jaksa dari Kejati Jabar,” katanya [baca: Jampidsus: Kejaksaan Terima SPDP Susno].

Sebelumnya, Kabareskrim Komjen Pol. Ito Sumardi Djuni Sanyoto menyatakan terkait kasus itu, penyidik Polri telah meminta kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit dana itu. “Jumlah kerugian negara belum diketahui secara pasti karena masih diaudit. Mudah-mudahan minggu depan sudah ada hasil audit,” katanya. Ito mengakui bahwa penyidik Polri telah meminta keterangan kepada mantan anak buah Susno di Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) sebagai saksi.

Adapun keterangan yang dihimpun Antara menyebutkan, Polda Jawa Barat menerima dana Rp 27 miliar untuk pengamanan Pilkada Jabar 2008. Saat itu, Susno menjabat sebagai Kepala Polda Jabar. Diduga, sebagian dana itu tidak dipakai untuk pengamanan pilkada, tapi dipakai untuk kepentingan yang lain.

Susno kini ditahan oleh Polri karena menjadi tersangka kasus suap Rp 500 juta saat menangani kasus sengketa bisnis arwana di Pekanbaru, Riau.

Sebelumnya, tim pengacara Susno Duadji menyatakan, munculnya sejumlah kasus yang ditujukan kepada kliennya tidak lain sebagai upaya pembungkaman dengan cara-cara rekayasa hukum. Kuasa hukum mengatakan, saat ini Polri merasa kebingungan karena kasus Arwana yang semula ditujukan untuk menjerat Susno dinilai terlampau lemah. “Di persidangan (praperadilan) jelas bahwa mereka hanya memiliki keterangan saksi. Padahal menurut undang-undang itu bukti permulaan yang cukup itu minimal dua alat bukti bukan satu,” kata Ari Yusuf Amir, anggota tim pengacara Susno Duadji [baca: Pengacara: Susno Dibungkam].(ANS/Ant)

sumber:

Liputan 6 – Rabu, 26 Mei

http://id.news.yahoo.com/lptn/20100525/tpl-susno-jadi-tersangka-korupsi-pengama-b03a71c.html